Hari Guru ke-72: Baris-Berbaris di tengah Hujan

Kebumen (25/11/2017) – Peringatan HUT PGRI ke-72 di MAN 2 Kebumen masih diwarnai dengan kegiatan lomba-lomba. Hari ini, Sabtu (25/11/2017), perlombaan didominasi oleh lomba-lomba yang diikuti oleh Bapak/Ibu Guru dan Karyawan MAN 2 Kebumen. Ada 3 perlombaan yang dilaksanakan antara lain, Lomba Menghias Buah untuk Peserta Didik, Lomba Baris-Berbaris dan Lomba Memasak untuk Guru dan Karyawan.

Perlombaan diawali dengan Menghias Buah-Buahan oleh perwakilan kelas dilaksanakan di teras kelas X IPA 2 hingga X IPA 5. Tak berselang lama, bersamaan dengan lomba yang diikuti oleh peserta didik, Lomba Baris-Berbaris untuk Guru dan Karyawan dilaksanakan. Saat itu, hujan masih turun cukup deras. Kepala Madrasah juga mengikuti perlombaan dengan antusias.

Lomba PBB diikuti oleh tim yang terdiri atas 10-11 anggota campuran bapak dan ibu yang tergabung sesuai undian di beberapa hari sebelumnya. Bertindak sebagai juri adalah panitia dari OSIS. Materi PBB yang diujikan diserahkan oleh panitia kepada komandan peleton beberapa menit sebelum kegiatan dimulai sehingga Guru dan Karyawan spontan dalam mengikuti aba-aba komandan. Kegiatan ini lantas mengundang gelak tawa para penonton karena aba-aba yang lucu, aba-aba yang keluar dari standar baris-berbaris dan gerakan-gerakan peserta yang tidak sesuai aba-aba.

“Hop hop hop… (baca: berhenti),” tegas Makfulah yang bertindak sebagai komandan peleton.

Tujuh tim ikut berpartisipasi pada lomba ini. Masing-masing menampilkan gaya dan seragam yang berbeda. Ada tim yang menggunakan jas hujan, memakai helm, hingga memakai jarit dan batik. Jenis aba-abanya juga menjadi daya tarik tersendiri, karena ada tim yang menggunakan aba-aba berbahasa Jawa.

“Maju mlaku…! Monggo… (baca: maju jalan)” kata Wahyu yang bertindak sebagai komandan peleton.

Selanjutnya, adalah Lomba Memasak bagi Guru dan Karyawan. Lomba yang diikuti oleh 19 tim ini terbagi dalam 2 sesi. Tidak berbeda dari aturan lomba memasak pada hari sebelumnya, kerapian, kebersihan, ketepatan waktu dan cita-rasa menjadi aspek penilaiannya. Memasak dibatasi dalam 20 menit. Peserta ibu-ibu hanya memberikan instruksi sedangkan peserta bapak-bapak yang menjalankannya.

Ketika salah satu Guru diwawancarai mengenai tantangan terberat pada lomba ini, ia mengatakan bahwa waktu yang singkat membuat gugup peserta.

“Waktunya singkat, jadi gugup,” kata Aya.

Di akhir kegiatan hari ini, 3 puisi terbaik hasil Lomba Cipta Puisi pada hari sebelumnya dibacakan oleh peserta didik. Kegiatan ini menjadi hiburan yang menyenangkan bagi warga madrasah, khususnya bagi peserta didik sebelum kegiatan Penilaian Akhir Semester Gasal pekan depan. Hujan yang sempat turun deras dan alunan musik semakin memeriahkan acara perlombaan ini. Selamat HUT PGRI ke-72, jadilah Pendidik yang berdedikasi, mencerdaskan anak didik dan melahirkan generasi yang cemerlang!!!

Featured Image: FB Yasin Ibnu Akmal

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *