Juara 3 Karya Ilmiah Remaja dan Presentasi Terbaik Thamrin Olympiad and Cup 8

Kebumen (12/2/18) – Thamrin Olympiad and Cup 8 adalah kompetisi berskala nasional untuk SD/sederajat, SMP/sederajat dan SMA/sederajat di bidang pendidikan, sains, teknologi, olahraga, seni dan budaya yang diadakan oleh SMA N Unggulan Mohammad Husni Thamrin, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah berkompetisi bagi para pelajar Indonesia untuk berprestasi serta mengekspresikan diri guna mewujudkan generasi muda Indonesia yang memiliki daya saing global. Kegiatan ini diadakan selama Desember 2017 hingga Februari 2018 dan menggelar 16 cabang lomba dan olimpiade.

Science Project termasuk bagian kegiatan ini. Kegiatan yang bertema “Penerapan Konsep Sains dalam Mengeksplorasi Kreativitas Berinovasi Generasi Unggul Demi Terwujudnya Indonesia Emas 2045” membagi karya ilmiah peserta dalam beberapa kategori (sub-tema) antara lain teknologi, energi, agrokompleks, lingkungan dan pendidikan.

Pada lomba ini, Tim KIR dari MAN 2 Kebumen berhasil meraih Juara 3 dan Juara Presentasi Terbaik. Tim terdiri dari 3 anggota, yakni Muhamad Akbar Fuady (Ketua), Fatma Awalia Rahmadani dan Nabilah Fatin. Tim didampingi oleh pembina-pembina KIR Manda; Emmi Kurniasih, S.Pd. dan Wahyu Ratna Putra, S.Pd. mengikuti babak final di Jakarta, Sabtu (10/2/18).

Penelitian yang berjudul “Budidaya Uterus (Ulat Tepung Pengurai Styrofoam) sebagai Pakan Unggas dan Ikan” lolos dalam 40 besar saat seleksi abstrak Rabu (3/1/18). Peserta yang lolos seleksi abstrak, melanjutkan penelitiannya untuk mengikuti penilaian naskah karya ilmiah. Pada pengumuman hari Rabu (3/2/18), Tim KIR Manda lolos ke babak final/presentasi bersama dengan 14 sekolah lainnya.

Menurut Nabilah, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh tim selama penelitian hingga babak final. Membagi kegiatan belajar dan fokus penelitian termasuk tantangannya.

“Selama penelitian, tantangan buat kami adalah jadi tidak ikut kegiatan belajar selama beberapa hari. Saat final, ujian mental kita adalah bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia dan dinilai oleh dewan juri yang sudah berpengalaman,” jelasnya.

Berbeda dengan Nabilah, Fatma menceritakan kesannya selama mengikuti babak final di Jakarta. Ia mendapat banyak ilmu dan wawasan dari juri-juri yang berpengalaman melakukan penelitian baik bertaraf nasional maupun internasional.

“Setelah presentasi, dewan juri langsung mengomentari penelitian kami. Mereka juga mengoreksi jawaban kami dan mengajari kami seperti bagaimana melakukan penelitian dan cara membuat naskah karya ilmiah. Seorang peneliti boleh salah tapi tidak boleh bohong,” katanya.

Selama penelitian, Tim KIR Manda juga melakukan uji kandungan ulat di Pusat Studi Pangan dan Gizi di UGM, Senin (22/1/18), setelah melakukan pengamatan selama 10 hari pada ulat yang memakan styrofoam dan makanan organik. Di akhir wawancara, Akbar berharap agar penelitian-penelitian seperti ini terus mendapat dukungan dari madrasah sambil mengutarakan keinginannya untuk mengikuti LKIR di akhir April mendatang.

“Fokus berikutnya ikut LKIR sekitar akhir April. Sarana dan prasarana yang memadai bisa meningkatkan semangat meneliti anak-anak Manda,” tegasnya.

Pembina KIR MAN 2 Kebumen, saat ditemui di madrasah memberikan apresiasi, motivasi dan harapannya agar peserta didik semakin semangat meneliti dan menjadi peneliti. Menurut Wahyu, prestasi ini tidak boleh menjadikan Tim KIR Manda sombong, tapi justru menjadi awal untuk kembali melakukan penelitian berikutnya.

“Anak-anak tidak boleh berhenti sampai di sini. Terus melakukan penelitian dan tidak boleh besar kepala (atas prestasi yang diraih, -pen),” katanya.

Di tempat lain, Emmi berpesan bahwa kemauan dan semangat untuk meneliti adalah bentuk kepedulian pada lingkungan, ilmu pengetahuan dan masyarakat.

“(Pencapaian ini) melatih anak-anak untuk menjadi peneliti, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ilmu pengetahuan. Mengingatkan mereka bahwa hasil cipta (hasil penelitian, -pen) ini sangat bermanfaat buat masyarakat. Meneliti bukan sesuatu yang sulit, asal ada kemauan dan kepedulian.” tegas Emmi.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *