Juara 3 Smart Week Hima PGSD Kebumen

Kebumen (13/11) – Himpunan Mahasiswa PGSD UNS Kampus VI Kebumen mengadakan kegiatan bertajuk Smart Week: Science, Music and Art, Sabtu-Ahad (11/12/2017-12/11/2017). Kegiatan ini dimeriahkan dengan perlombaan dan aksi sosial antara lain, lomba debat untuk SMA/SMK sederajat, lomba menggambar dan mewarnai untuk SD kelas tinggi, lomba fotografi dan donor darah untuk umum.

Lomba debat berbahasa Indonesia dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda dengan Semangat Patriotisme yang Berkarakter Kuat dan Cerdas” diikuti oleh 22 sekolah SMA/SMK sederajat se-Kebumen. MAN 2 Kebumen mengirimkan 3 peserta didiknya; Andri Purnomo (XI IPS 4), Lina Purwanti (XI IPS 1) dan Nabila Fathin (X IPA 1). Pada lomba ini, tiap tim akan berperan sebagai tim pro-kontra suatu kebijakan dengan tema-tema yang telah ditentukan panitia. Terdapat 12 tema yang disiapkan panitia.

Tim MAN 2 Kebumen mengikuti babak penyisihan pada hari Sabtu (11/12/2017) dan berhasil lolos ke babak 8 besar dengan nilai tertinggi. Di penyisihan, MAN 2 Kebumen berhadapan dengan SMKN 1 Karanganyar dan SMAN 1 Gombong untuk mendapatkan poin menuju babak 8 besar. Di babak 8 besar, MAN 2 Kebumen berhadapan dengan SMK Maarif 1 Kebumen dan berhasil lolos ke perempat final.

Ahad (12/11/2017), 4 sekolah masing-masing MAN 2 Kebumen, SMKN 1 Kebumen, SMK Tamtama Gombong, dan SMAN 1 Gombong mengikuti babak perempat final. Pada babak ini, MAN 2 Kebumen tersingkir dari kandidat juara 1 dan 2 setelah kalah dari SMK Tamtama Gombong. Saat itu, MAN 2 Kebumen bertindak sebagai tim pro untuk tema “Banyaknya Lembaga Pendidikan Belajar atau Bimbel Mengindikasikan Bahwa Pendidikan di Indonesia Buruk”.

Perebutan juara ke-3 antara MAN 2 Kebumen berhadapan dengan SMKN 1 Kebumen  dengan tema “Jalur Penerimaan Siswa Baru Tanpa Tes Dianggap Diskriminatif.” Bertindak menjadi tim yang pro dengan pernyataan tersebut, MAN 2 Kebumen berhasil mengungguli lawannya sehingga berhak menjadi juara ke-3.

Saat dijumpai di madrasah, Lina mengaku sangat percaya diri MAN 2 bisa lolos ke babak final meski lawan-lawannya terbilang lebih berpengalaman dan lebih menguasai materi.

“Sebenarnya saya tidak tahu kalau MAN 2 lolos ke babak final, karena tidak mendapat info dari WA. Hari Minggu saya tetap saja berangkat ke sekolah karena merasa yakin MAN 2 lolos ke babak final. Ternyata setelah sampai di sekolah, teman-teman lainnya sudah menunggu.” katanya.

“Menurut saya, tim-tim lain terlihat menguasai dan terbiasa dengan tema-tema yang diujikan.” tambahnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *