Kajian Karakter Spiritual Leadership

Kebumen (27/3) – Bersamaan dengan kegiatan UM, UAMBN dan USBN di MA Negeri 2 Kebumen, peserta didik kelas X dan XI mengikuti kegiatan Diklat Leadership bertema “Pembentukan Karakter Leadership dan Entrepreneurship”.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti oleh 75 peserta dengan mengundang pemateri dari Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Yayasan NeoRamdhanz Indonesia. Tidak hanya materi kepemimpinan dan kewirausahaan yang diajarkan, peserta juga dituntut untuk mengisi waktu-waktu luang selama pelatihan dengan ibadah sunnah seperti tilawah, qiyamulail dan mendengarkan ceramah agama.

Kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk meningkatkan karakter spiritual peserta diklat. Kegiatan tilawah dilakukan setelah shalat Maghrib. Panitia membagi peserta dalam 30 kelompok kecil yang masing-masing kelompok harus mengkhatamkan 1 juz al-Quran. Kegiatan qiyamulail dimulai pk 03:00 WIB dilanjutkan dengan muhasabah dan shalat Shubuh berjamaah. Selanjutnya, kegiatan setelah Shubuh diisi dengan ceramah agama hingga pk 07:00 WIB.

Kegiatan setelah Shubuh yang diisi langsung oleh Kepala Madrasah mengangkat tema “Karakter Spiritual Leadership”. Kepala Madrasah mengawali ceramahnya dengan menginstruksikan peserta diklat menyiapkan mushafnya. Ayat pertama yang dibacakan salah satu peserta didik adalah QS Ali Imran ayat 91

إِنَّٱلَّذِينَكَفَرُوا۟وَمَاتُوا۟وَهُمْكُفَّارٌفَلَنيُقْبَلَمِنْأَحَدِهِممِّلْءُٱلْأَرْضِذَهَبًاوَلَوِٱفْتَدَىٰبِهِۦٓأُو۟لَٰٓئِكَلَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌوَمَالَهُممِّننَّٰصِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” (QS Ali Imran: 91)

Karakter spiritual seorang pemimpin yang harus dimiliki adalah keimanan atau tauhid yang benar. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Harga keimanan tidak bisa dibayar dengan dengan emas sepenuh bumi.

Ayat kedua yang dibacakan peserta didik adalah QS Ali Imran ayat 189-191

وَلِلَّهِمُلْكُٱلسَّمَٰوَٰتِوَٱلْأَرْضِوَٱللَّهُعَلَىٰكُلِّشَىْءٍقَدِيرٌ

إِنَّفِىخَلْقِٱلسَّمَٰوَٰتِوَٱلْأَرْضِوَٱخْتِلَٰفِٱلَّيْلِوَٱلنَّهَارِلَءَايَٰتٍلِّأُو۟لِىٱلْأَلْبَٰبِ

ٱلَّذِينَيَذْكُرُونَٱللَّهَقِيَٰمًاوَقُعُودًاوَعَلَىٰجُنُوبِهِمْوَيَتَفَكَّرُونَفِىخَلْقِٱلسَّمَٰوَٰتِوَٱلْأَرْضِرَبَّنَامَاخَلَقْتَهَٰذَابَٰطِلًاسُبْحَٰنَكَفَقِنَاعَذَابَٱلنَّارِ

Artinya: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 189-191)

Karakter seorang pemimpin adalah pemikir (mengamati dan mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah), tidak lepas dari banyak mengingat Allah (dengan berdzikir) dalam segala keadaan, mengakui bahwa tidak ada satupun penciptaan yang sia-sia dan mengharap terhindar dari siksa neraka. @rmpratama

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *