Mahasiswa UNSOED Alumni MAN 2 Kebumen Temukan Bakteri Penghasil Hormon Auksin Jenis IAA dan Tahan Terhadap Salinitas Tinggi di Pesawahan Sekitar Pantai Jetis Kebumen

Padi adalah sumber makanan pokok di Indonesia dengan konsumsi sebesar 139 kg/kapita per tahun. Jumlah penduduk di Indonesia yang terus meningkat menuntut hasil pertanian padi untuk terus dioptimalkan dengan cara memperbaiki kondisi lahan pertanaman padi dengan harapan produksi padi terus meningkat setiap tahunnya. Lokasi pesawahan padi di sekitar Pantai Jetis menunjukkan kondisi di mana salinitas tanah di tempat tersebut tinggi dan menjadi penyebab pertumbuhan padi di daerah tersebut kurang optimal. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanah tersebut yaitu dengan memberikan bakteri yang mampu membantu tanaman padi untuk tetap berproduksi secara optimal.

Paling Kanan Adalah Tsani Abu Manshur (Alumni MAN 2 Kebumen)

Salah satu jenis bakteri yang mampu membantu tanaman padi untuk tumbuh optimal yaitu bakteri yang mampu menghasilkan hormon auksin dan mempu hidup pada kondisi salinitas (keasinan) yang tinggi. Hormon auksin adalah hormon jika dengan konsentrasi optimalnya akan membantu stimulus tumbuhnya daerah perakaran tanaman dengan baik, sehingga penyerapan unsur hara tanah oleh akar menjadi optimal. Contoh hormon auksin yang berperan dalam tumbuhnya daerah perakaran tanaman yaitu Indole Acetic Acid (IAA) yang merupakan  anggota utama  dari  kelompok  auksin  yang  mengendalikan banyak  proses  fisiologis  penting  termasuk pembesaran dan  pembelahan  sel,  deferensiasi  jaringan  dan  respon terhadap  cahaya  dan  gravitasi. Bakteri dengan kemampuan menghasilkan auksin yang optimal ini juga diharapkan bisa hidup dengan baik pada kondisi salinitas tanah pesisir pantai yang tinggi. Maka dari itu, tim penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  Universitas Jenderal Soedirman yang beranggotakan Tsani Abu Manshur (Biologi 2014), Irfan Anwar Fauzan (Biologi 2014) dan Eka Junianti (Biologi 2016) melakukan serangkaian penelitian untuk menemukin bakteri dengan kemampuan seperti yang disebutkan di atas.

Kegiatan Laboratorium

Serangkaian penelitian yang dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura di bawah bimbingan Dr. Purwanto M. Sc. (dosen Agronomi Unsoed) sejak bulan April-Juli 2018 diawali dengan melakukan pengambilan sampel tanah di pesawahan sekitar Pantai Jetis, isolasi bakteri dari sampel tanah, uji salinitas bakteri, uji produksi hormone auksin bakteri, dan pengaplikasian bakteri potensial ke tanaman padi dengan metode hidroponik. Bakteri yang paling potensial nantinya digunakan untuk pembuatan pupuk organik hayati dengan harapan bisa membantu petani untuk memperoleh hasil produksi padi yang optimal dengan tetap mengedepankan sifat pupuk hayati yang aman bagi lingkungan dan untuk keberlanjutan produksi padi.

Kegiatan Laboratorium 2

Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh 14 isolat bakteri yang terisolasi. Isolat yang diperoleh kemudian diujikan pada 3 kondisi salinitas (netral, sedang dan tinggi) dan diperoleh 10 isolat bakteri yang hidup dengan baik di semua tingkat salinitas yang kemudian diuji produksi hormone IAA. Dari 10 isolat yang diuji produksi IAA secara kuantitatif dengan metode spektromfotometri diperoleh 5 isolat potensial dengan produksi IAA tertinggi pada isolat JB2 dengan kadar IAA sebesar 26,34 PPM. Saat ini penelitian telah sampai tahap akhir yaitu pengujian bakteri langsung ke tanaman padi menggunakan metode hidroponik dengan parameter yang diamati diantaranya tinggi tanaman, panjang akar dan bobot kering tanaman.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi penelitian sejenis dan isolat potensial yang ditemukan harapannya bisa menjadi solusi alternatif berupa pupuk hayati yang bermanfaat bagi dunia pertanian khususnya tanaman padi yang merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Unsoed ! Maju Terus, Pantang Menyerah!!

Oleh: Tsani Abu Manshur

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *