Malam Pembukaan Asrama MAN 2 Kebumen

Kebumen (16/7/18) – Dalam sebuah lembaga pendidikan, umumnya ada kegiatan seremonial pembuka. Karena itu, Asrama MAN 2 Kebumen yang termasuk bagian dari institusi MAN 2 Kebumen mengadakan kegiatan malam pembukaan asrama yang dilaksanakan pada hari Ahad (15/7) pk 20.00 WIB. Kegiatan yang diikuti oleh pengurus asrama, pembina/pengampu, dan santri dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah.

Saat ini, Asrama MAN 2 Kebumen menampung 88 santri yang terdiri dari 12 santri putra dan 76 santri putri. Bertindak sebagai Kepala Asrama adalah H. Mokhamad Fatoni, S.Pd., pembina santri putra adalah M. Alif Mucharrom, S.Ag. sedangkan pembina santri putri adalah Dra. Hj. Sari Saraswati. Beberapa pengurus asrama antara lain M. Yusup, S.Pd., Miftahul Janah, S.Pd.I., dll.

Dalam sambutannya, Kepala Asrama mengingatkan kembali tujuan utama para santri selama tinggal di asrama yakni tidak ada yang lain kecuali untuk menuntut ilmu dan mencari ridho Allah Ta’ala. Beliau memberi pesan pada para santri bahwa kehidupan di asrama tidak berbeda dengan kehidupan di pondok pesantren. Kegiatan santri diatur setiap waktu, harus menanggung tugas-tugas yang banyak dan berat, serta dituntut untuk prihatin, sabar, tidak cepat mengeluh dan putus asa.

“Tidak ada tujuan lain, hanya thalabul ‘ilmi mencari ridho Allah,” kata Kepala Asrama.

Mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir dalam acara tersebut, adalah Drs. Wim Tri Busono selaku Waka Humas Madrasah. Beliau menjelaskan perihal motto madrasah yakni “Luhur Pekerti Unggul Prestasi”. Menurut beliau, motto madrasah diawali dengan “Luhur Pekerti” dikarenakan madrasah lebih mengutamakan pembentukan dan perbaikan akhlak barulah prestasi yang unggul peserta didik akan mengiringi. Selain itu, membentuk akhlak yang baik termasuk tugas yang mulia, tugas para Nabi dan orang-orang yang mengikuti jalannya. Beliau menegaskan bahwa asrama/pondok adalah tempat membentuk akhlak yang baik. Beliau menambahkan bahwa proses itu membutuhkan waktu yang lama, disiplin dan teratur, dan kepedulian bersama.

Wakamad juga menjelaskan perihal proses apa saja yang harus dilakukan oleh santri di asrama. Beliau mengatakan bahwa seorang santri harus kuat melek, rajin berpuasa, rajin membaca al-Quran, banyak berdzikir, berteman dan bergaul dengan orang-orang yang baik, dan mandiri.

“Santri itu kuat melek. Bukan melek untuk sekedar bergadang tapi untuk memperdalam ilmu dan banyak berdzikir,” kata Wakamad.

Selanjutnya, acara diisi dengan perkenalan pengurus dan pembina/pengampu ilmu agama dan ilmu umum di madrasah. Tata tertib dan penjelasan tentang kegiatan asrama disampaikan dengan detail oleh pengurus. Beberapa kegiatannya seperti mujahadah, mengaji kitab, tambahan pelajaran, dan program tahfidz. Acara pembukaan asrama ini diakhiri dengan bersalaman dan sesi tanya-jawab.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *