Pesan Damai dari Manda untuk Dunia: Mencegah Radikalisme Agama dengan Pancasila

Kebumen (3/11) – Ramah tamah tokoh dan Ulama Al-Azhar, Syaikh DR. Abdul Aziz Muhammad Shalih, dilaksanakan di Aula MAN 2 Kebumen, Kamis kemarin (2/11/17). Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kab. Kebumen, Polres Kebumen, perwakilan dari Kodim 0709 Kebumen, Kemenag, perwakilan Ormas di Kebumen seperti NU dan Muhammadiyah dan undangan lainnya.

Di awal kegiatan, Kepala Madrasah menjelaskan tentang tema dialog yang memilih judul “Pesan Damai dari Manda untuk Dunia: Mencegah Radikalisme Agama dengan Pancasila” dengan mengutip pernyataan Menteri Agama pada sambutannya di Halaqah Internasional di NTB,

“Indonesia beruntung memiliki Ulama-Ulama alumni Al-Azhar, sebab mereka memiliki cara pandang moderat dan toleran karena keluasan ilmu yang dimilikinya.”

“Ideologi di Indonesia adalah Pancasila, bukan Negara Islam, karena keanekaragaman suku, budaya dan agama. Namun, keanekaragaman tersebut mampu dipersatukan dengan ideologi ini,” kata Kamad.

Selain itu, Kamad juga menyebutkan kepada Syaikh, bunyi 5 sila Pancasila dalam bahasa Arab dan mengajak beliau untuk melafalkan kata Pancasila.

Kegiatan intinya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz Muhammad Shalih dalam memahami agama dengan benar. Syaikh menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw telah sempurna. Risalah itu tidak hanya diperuntukkan bagi ummat Islam, tetapi untuk seluruh alam, rahmatam lil’alamin. Salah satu ajaran yang disampaikan Nabi adalah sikap toleransi. Toleransi Nabi ditunjukkan dalam sikapnya menjenguk seorang Yahudi meski Yahudi tersebut sering menjelek-jelekkan Beliau.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan sesi dialog dan tanya jawab antara Syaikh dengan pendengar. Beberapa pertanyaan dari guru-guru madrasah perihal hukum Islam, sikap dan pandangan Ulama-Ulama Al-Azhar, dll dijawab dengan singkat dan padat.

Di akhir kegiatan, Syaikh berpesan tentang hal-hal yang bisa menyebabkan manusia diselamatkan dari keburukan menuju kebaikan antara lain sikap taat, kuatnya iman, amal shalih dan hidayah dari Allah Swt. Syaikh kemudian menutup dengan mengutip khutbah Rasulullah Saw di akhir hayat Beliau yang cukup panjang

“…dan sesungguhnya kamu berasal dari satu bapak. Semua kamu dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia dari antara kamu semua adalah orang yang taqwa. Tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab daripada yang bukan Arab, kecuali dengan taqwa.”

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *