Donor Darah bersama PMI Kab. Kebumen

Kebumen (18/04/18) – Rangkaian menyambut harlah MAN 2 Kebumen hari ini, Rabu (18/04/18), diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya MANDA Bershalawat, penampilan 3 Da’i MANDA terbaik dan Lomba Yel-Yel antar kelas. Bersamaan digelarnya acara-acara tersebut, di kelas XII IPS 4 dibuka posko donor darah dari PMI Kebumen.

Beranggotakan 4 personil, Mas Dadang, Mas Budi, Mba Sivi dan Mba Tari, PMI Kebumen melayani para pendonor dari peserta didik, guru-guru dan karyawan MAN 2 Kebumen. Menurut Mba Sivi, MAN 2 Kebumen sudah sering mengadakan posko donor darah bekerja sama dengan PMI Kebumen. Setidaknya setiap 3 bulan sekali, madrasah dan PMI Kebumen mengadakan donor darah.

“Tiga bulan sekali biasanya mengadakan donor darah di sekolah (madrasah). Saya pernah sekali (di MAN 2 Kebumen, sebelum donor darah hari ini),” katanya.

Mba Sivi menjelaskan bahwa donor darah tidak berlangsung lama. Normalnya sekitar 5 – 10 menit. Sebelum mendonorkan darahnya, pendonor harus memenuhi beberapa persayaratan umum antara lain berat badannya di atas 45 kg, sehat saat mendonor dan tidak memiliki riwayat penyakit seperti hepatitis, dan umur di atas 17 tahun.

“Donor biasanya sekitar 5 sampai 10 menit. Pendonor harus sehat, berat badan minimal 45 kg dan berumur di atas 17 tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, umur pendonor dan intensitas mendonorkan darah juga memiliki kriteria. Umur pendonor 17 hingga 60 tahun bisa mendonorkan darahnya setiap 2-3 bulan sekali sedangkan umur di atas 60 tahun hanya bisa mendonorkan darahnya setiap 6 bulan sekali.

“Umur 17 sampai 60 boleh (donor darah) 2 bulan sekali. Kalau di atas 60 tahun hanya boleh donor 6 bulan sekali, tergantung kondisinya juga,” tambahnya.

Sebelum mendonorkan darahnya, pendonor diharuskan mengisi formulir dan mencentang jawaban beberapa questioner. Formulir berisi identitas dan keadaan pendonor yang diperiksa oleh petugas. Beberapa pertanyaan dalam questioner diantaranya “Apakah mengkonsumsi obat dalam beberapa hari sebelumnya?”, bertatto, melakukan perjalanan ke luar negeri, dsb.

Pada form pemeriksaan, pendonor akan diperiksa kekentalan darah (Hb) dan tekanan darahnya. Kekentalan darah pendonor berkisar antara (12,5 – 17) g/dl sedangkan tekanan darahnya berkisar antara (110 – 140) mmHg (sistole, -pen). Pendonor yang memiliki Hb 17 g/dl tidak diperkenankan mendonorkan darahnya karena darahnya terlalu pekat. Begitu juga Hb di bawah 12,5 g/dl, tidak diperkenankan mendonorkan darahnya karena kurang zat besi.

Puluhan peserta didik, guru dan karyawan MAN 2 Kebumen yang mengajukan diri sebagai pendonor, sayangnya hanya belasan saja yang layak untuk mendonorkan darahnya. Mba Sivi menuturkan, rata-rata pendonor gagal mendonorkan darahnya dikarenakan Hb-nya di bawah 12,5 g/dl. Ini disebabkan karena pendonor kecapaian dan kurang istirahat.

“Hb di bawah 12,5 menunjukkan kekurangan zat besi. Hb-nya di bawah 12,5 bisa jadi karena kecapaian atau kurang tidur,” tuturnya.

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pendonor kemudian diteteskan ke dalam larutan kupper sulfat encer dan pekat. Darah yang dimasukkan ke dalam larutan kupper sulfat encer akan tenggelam (mengendap) sedangkan darah yang dimasukkan ke dalam larutan kupper sulfat pekat akan terapung. PMI menyediakan masing-masing 100 ml larutan kupper sulfat yang bisa digunakan untuk menguji 60 s.d. 80 tetesan darah pendonor.

Mba Sivi menambahkan alasan lain pendonor tidak dapat mendonorkan darahnya adalah dikarenakan tekanan darahnya yang tidak sesuai batas normal. Rata-rata di bawah 110 mmHg.

“Ada juga yang gagal donor karena tensinya kurang dari 110,” tambahnya.

Saat menjumpai Pak Aryo, ia menceritakan perihal gagal mendonorkan darahnya karena tekanan darahnya kurang dari 110 mmHg.

“Tensi saya hanya 90,” tuturnya.

Dijumpai di tempat lain, Pak Najib menceritakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya donor darah. Ia merasa takut dengan jarum suntik sampai-sampai harus menutup wajahnya dengan peci saat diambil sampel darahnya.

“Pas diambil sampel darahnya, saya juga tutupan pakai peci,” jelasnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *