Gema Santri Bersholawat

Kebumen (14/12/17) – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, MAN 2 Kebumen mengadakan kegiatan “Gema Santri Bersholawat” di GOR Gembira hari ini, Rabu (14/12/17). Dalam rangkaian acaranya, tim hadroh MAN 2 Kebumen membacakan syair-syair sholawat dan diiringi dengan menabuh rebana. Tim Hadroh MAN 2 Kebumen juga mengiringi sholawat para penceramah yang mengisi tausiyah pada kegiatan ini.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan prakata dari Ketua Panitia. Dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, beliau mengingatkan perihal sejarah awal mula perayaan Maulid Nabi dimasa Sholahuddin Al-Ayyubi dan berpesan agar senantiasa mengenang kisah hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Mengenang sejarah dan kisah hidup manusia sempurna, Nabi penutup para Nabi dan Rosul, dalam perayaan Maulid ini perlu agar mengingat terus perjuangan beliau dan kita bisa meneladaninya, mengambil hikmah dan pelajaran dari kisahnya.” kata Kamad.

Di sela-sela kegiatan, ada penampilan dari Da’i MANDA 2017 yang menawan. Tiga Da’iyah memberikan ceramah Maulid Nabi dalam 2 sesi dan berhasil memukau penonton. Penampilan pertama dari da’iyah kembar MAN 2 Kebumen, Lili dan Lulu, yang mengajak penonton untuk menyintai Nabi dengan memperbanyak sholawat. Mereka menjelaskan bahwa orang yang mau bersholawat kepada Nabi termasuk orang yang beruntung karena sholawat kepada Nabi terdengar hingga ‘Arsy dan Nabi menjawab sholawatnya itu.

Da’iyah lainnya adalah Nabila dari Kelas X yang menjelaskan tentang makna SANTRI dalam susunan 4 huruf Hijaiyah, ر ت ن س. SANTRI adalah orang yang menutupi aib saudaranya, penerus perjuangan para Ulama, yang banyak taubatnya dan suka membaca dan mentadaburi Al-Quran.

Di akhir kegiatan adalah ceramah dari Penyuluh Kemenag Kab. Kebumen, Ustadz Fachrudin, yang menjelaskan tentang makna peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, makna peringatan Maulid Nabi adalah agar kita memiliki keinginan dan jiwa untuk berubah (pola pikir) menjadi lebih baik dan mengikuti atau meneladani akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Makna peringatan Maulid Nabi adalah jiwa yang berubah dan akhlak yang mengikuti Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” katanya.

Nabi Muhammad telah merubah zaman jahiliyyah menjadi zaman yang terang dengan cahaya iman. Menurut Fachrudin, zaman jahiliyyah yang berarti zaman kebodohan bukanlah zaman yang buta pengetahuan melainkan bodoh (buta) dalam ketauhidan. Ia menjelaskan bahwa di zaman itu ada 4 kebiasaan orang jahiliyyah yang buruk yakni su’udzon pada Allah, tabarruj, fanatisme buta pada golongan dan hukum rimba.

Meneladani akhlak Nabi menjadi hikmah peringatan Maulid Nabi. Fachrudin menambahkan bahwa kita bisa meniru akhlak Nabi dengan meniru para pewaris Nabi yaitu para Ulama. Ia menjelaskan beberapa akhlak Nabi yang bisa ditiru antara lain rasa malu, kemandirian, tegas dan keras pada kekufuran, berlemah lembut sesama muslim, dan senantiasa beribadah (bersujud) dengan memakmurkan masjid.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *